Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Lukas 5: 27-32).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
SEORANG pemungut cukai bernama Lewi mendadak mendapat panggilan dari Yesus: “Ikutlah Aku! Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.. Bukan orang sehat yang memerlukan tabib/dokter, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat!” (Lukas 5:27-28.31-32).
Kata-kata Yesus lebih merupakan sebuah ajakan, bukan perintah. Lewi pun meninggalkan kantornya dan mengikut Yesus. Pemungut cukai dianggap orang “kotor”, jahat, berdosa karena tidak jujur. Kita juga? Namun Yesus datang justeru untuk mengangkat keterpurukan manusia (kita) dan membawanya ke dalam kemuliaan Bapa. Di sini menjadi semakin nyata makna kehadiran dan karya Yesus yang sejati. Yesus menjadi sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
Dalam Injil hari ini, sebagai sahabat pemungut cukai dan orang berdosa, Yesus mengajak kita untuk melakukan perbuatan baik dan belas kasih yang nyata di atas segala-galanya; lakukan perbuatan terang untuk menghalau kegelapan. Kasih Tuhan tidak membeda-bedakan. Semua orang (kita) dipanggilNya kepada pertobatan.
Yesus memanggil kita bukan untuk membantu Dia, tetapi supaya kita meninggalkan kebiasaan lama yang buruk, jahat, berdosa dan mengikuti Dia. Di sini, Yesus sungguh menjadi sahabat kita. Ia sungguh menjadi tabib atau dokter kita. Kasih dan kemurahan hatiNya terbuka bagi semua orang, kepada kita juga.
Jadilah sahabat Yesus! Datanglah kepada Yesus! Adakan selalu perjamuan bersama Yesus, seperti yang dilakukan Lewi. Ikutlah Misa (Harian, Mingguan dan Hari-hari yang diwajibkan oleh Gereja Katolik, secara khusus pada Masa Tobat/Prapaskah) sebagai tanda pertobatan. Di sana dosa kita pasti dihapuskan dengan Tubuh dan Darah Kristus. Rahmat dan berkat Tuhan akan mengalir kepada kita!
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian orang berdosa yang sudah, sedang dan akan menjadi sahabat Yesus kapan dan di mana saja. Amin.


