Saksikan Drama Musikal Rock Jesus di Gedung Kesenian Jakarta di Awal Maret 2025 Ini

KITAKATOLIK.COM–Awal Maret, tepatnya 2 Maret 2025,  akan digelar Drama Musikal bertajuk Rock Jesus di Gedung Kesenian, Jakarta yang merupakan drama musical bersama Gracia Plena Choir & Choirensia, Laudemus Deum Choir, Ambiente Deum Choir dalam kerjasama dengan Connection Production.

Gelaran seni rohani pop ini terkait pula dengan pembangunan Gereja Santo Yoseph Medari, Sleman yang kini telah berusia 98 tahun.

Seperti disampaikan Agustinus Iryan Wibowo, drama musical yang diberi judul “Kisah yang Tercecer” ini mengangkat  kisah-kisah yang tercecer di sekitar Sang Mesias yang disajikan dalam budaya pop masa kini.

Sebut misalnya kisah Pilatus yang tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya dalam mengambil sikap. Dalam kegundahannya,  ia berusaha bersikap. Namun waktunya kian dekat.  Begitupun Maria. Tak seorang ibu pun di dunia ini mau menerima bahwa anakNya akan menderita kelak, namun ia tetap percaya dan berpasrah. Ia tahu waktunya kian dekat.

Begitupun Longinus, sang perwira. Naluri militernya mengatakan pemberontakan kan menjelang, bagaimana ia harus bersikap melihat kenyataan yang terjadi di jalanan mungkin memang waktunya kian dekat.

98 Tahun Gereja Santo Yoseph Medari

Selain menikmati drama musical rohani yang dapat mengembangkan iman kita, kita pun diundang untuk berpartisipasi dalam pembangunan gereja Santo Yoseph Medari, Sleman, Yogyakarta.

Gereja Santo Yoseph Medari kini berusia 98 tahun dan telah dinobatkan sebagai cagar budaya Kabupaten Sleman. Sayangnya, kini tak dapat menampung jumlah umat yang terus berkembang, kini  jumlahnya  sekitar 2000 jiwa.

Paroki Santo Yoseph Medari meliputi beberapa kecamatan: Tempel, sebagian Sleman, Seyegan, sebagian Minggir, dan sebagian Turi yang kesemuanya termasuk Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kondisi bangunannya pun kurang layak, meski telah direnovasi dan perbaikan di sana-sini Menaati Keputusan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman No. SK 5.1/Kep.KDH/A/2021 tanggal 18 Januari 2021, Gereja Paroki Medari yang lama ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan tidak boleh direnovasi dan akhirnya diputuskan bersama umat untuk membangun gedung gereja baru  yang masih satu area dengan gereja lama.

Gotong royong

Agar penggunaan biaya pembangunan lebih optimal, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Santo Yoseph Medari, Florentinus Heru Cahyono menjelaskan, bahwa pembangunan Gedung Gereja dilakukan secara swakelola/mandiri dengan melibatkan beberapa umat Paroki yang kompeten di bidangnya.

“Rasa gotong royong dari umat begitu besar meskipun tanpa upah dimaksudkan supaya Gereja dapat semakin hidup. Namun kami masih membutuhkan pekerja lapangan dari luar paroki, Jadi  masih tetap membutuhkan biaya untuk hal tersebut dan juga membutuhkan material bangunan yang cukup besar,” terang Heru.

Tambah dia,  Panitia Pembangunan  Paroki Santo Yoseph Medari sudah melaksanakan pembangunan gedung gereja serta penataan kompleks gereja. Saat ini telah 60 % terwujud pembangunannya.

“Kita terkendala dana yang kurang mencukupi dalam pembangunan gereja tersebut. Untuk itu diperlukan bantuan dari berbagai pihak untuk dapat mendukung pelaksanaan pembangunan ini,” katanya.

 

Upaya penggalangan dana dari umat telah dilakukan dengan melaksanakan pasar murah, mencari sponsor, swadaya umat. Dalam jangkauan yang lebih luas, ya melalui pementasan drama musical Rock Jesus di Gedung Kesenian Jakarta pada Minggu (2/1/2025) mendatang itu.

“Kami berharap, umat kristiani dapat menyaksikan secara langsung dengan membeli tiket pertunjukannya,” kata Heru.

Rekening yang digunakan untuk tiket dan donasi adalah  Bank BRI No. Rek 024701001646306 an. Yayasan PGPM Paroki Santo Yoseph Medari  atau Bank BCA No. Rek 8610700099 an. Yayasan PGPM Paroki Santo Yoseph Medari Sleman Yogyakarta. Atau menghubungi panitia: Bapak Agustinus Iryan Wibowo (0812-2692-620),  Bapak Dominikus Catur Raharja (0812-8045-684) Bapak F Aris Hendriarto (0858-6955-5795) dan Ibu Chatarina Eko Haryati (081310060757).

Wujudkan peradaban kasih

Selaku pastor Paroki Santo Yoseph Medari, Pastor Yohanes Ari Purnomo Pr sangat berharap agar cita-cita umat untuk memiliki tempat ibadah yang memadai dapat terealisasi. Dengan demikian misi untuk mewujudkan umat yang cerdas, tangguh, misioner dan dialogis dapat pula terealisasi.

“Arahnya, seluruh umat dapat terlibat aktif dalam mewujudkan peradaban kasih dalam masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan dialogis,” katanya. (daris).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *